Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf. Mohammad Syaifuddin Fanany, menyatakan bahwa tidak ada tenggat waktu pasti untuk penyelesaian target 100 rumah tersebut. "Untuk target (waktu) gentengisasi , kita menyesuaikan. Proses saat ini dimulai dari survei yang dilakukan oleh Babinsa di beberapa titik wilayahnya," ujar Fanany pada Jumat (8/5/2026).
Survei dilakukan berdasarkan laporan dari warga mengenai kondisi atap rumah yang memerlukan perbaikan. Setelah melalui proses survei, Babinsa akan menyampaikan laporan kondisi rumah kepada Kodim untuk didata sebelum renovasi dilaksanakan. "Jika persyaratan-persyaratan memenuhi seperti terlihat rusak dan sudah ada kebocoran, kita lakukan perbaikan," jelas Fanany.
Hingga kini, dua unit rumah di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, telah selesai diperbaiki bagian atapnya dalam kurun waktu empat hingga lima hari. Fanany berharap semakin banyak rumah warga yang dapat direnovasi untuk menyukseskan program gentengisasi nasional.
Gerakan Nasional Gentengisasi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencanangkan gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi". Inisiatif ini digagas sebagai upaya memperindah estetika permukiman di Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, pada Senin (2/2), Presiden menyoroti dominasi atap seng yang dinilai kurang indah dan berdampak pada kenyamanan penghuni karena cenderung panas serta mudah berkarat. "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," tegas Presiden.
Proyek gentengisasi nasional ini akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai pelaksana produksi. KDMP akan dilengkapi dengan pabrik genteng skala lokal yang menggunakan peralatan terjangkau dan bahan baku mudah diperoleh, termasuk tanah yang dapat dicampur dengan bahan lain agar lebih ringan dan kuat. "Jadi nanti Koperasi Merah Putih kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat," ungkap Presiden.
Pemerintah menjanjikan dukungan penuh untuk program gentengisasi, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan. Presiden juga mengajak para kepala daerah untuk berpartisipasi aktif. "Kita akan bantu saudara, sebelum gentengisasi , sesudah gentengisasi . Ini serius ya, bupati, wali Kota, yang tidak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah," pungkas Presiden.
Sumber : Antara

Posting Komentar